1. Makanan Khas

Attayaya Butang Emas on 2009-05-07

Disetiap daerah atau kawasan mempunyai jenis makanan yang tersendiri. Kalau di Inderagiri (Hulu dan Hilir) ada boulu berendam, di Tambelan (Kepuluauan Riau) ada Bingka Berendam. Boleh dikatakan di setiap daerah memang mempunyai makanan yang khas dan mempunyai cita rasa tersendiri, dan ianya memang tak dapat di nafikan lagi oleh sesiapapun.

Di Kepulauan Riau ini ada berbagai masakan yang menggunakan bahan dasarnya beras. Ianya dapat diolah menjadi nasi biasa, nasi dagang, nasi lemak, nasi buryani dan lain sebagainya. Demikian juga dengan lauk pauknya misalnya sotong : sotong dapat dibuat tumis sotong, gula merah, gulai hitam, gulai lemak sotong dengan santan, sotong asam pedas, sotong baker, sotong kering, sotong diisi di dalam dengan pulut dan berbagai macam lainnya.

Dikalangan orang Melayu ada ungkapan bagi mereka yang menyenangi makanan yang serba lezat itu yang disebut “menjamu selera”. Dengan memperhatikan macam dan jenis masakan Kepulauan Riau yang beragam dan dapatlah disimpulkan bahwa Kepulauan Riau memang merupakan suatu tempat yang bagus untuk menjamu selera.

Ketinggian budaya suatu bangsa dapat ditandai dengan banyaknya ragam dan rumitnya penghidangan seni dapur dalam kehidupan bangsa tersebut. Tiadalah mengherankan kalau Sigmund Freud pernah memandang rendah kepada orang Amerika karena melihat dari seni dapurnya yang sangat sederhana sekali, sepotong daging yang dipanggang di api unggun dengan bumbu hanya sedikit garam itu saja. Tanpa menggunakan cekur (kencur), kunyit, asam, halia, serai, halba, santan, gula dan lain sebagainya.

Berbeda dengan negeri-negeri yang berkebudayaan tinggi dengan seni makanan yang rumit, kaya ragamnya. Semisal negeri Cina, Yunani, Romawi, Mesir dan negeri lain yang dikenal berkebudayaan tinggi yang tercatat dalam sejarah.

Sejarah seni dapur telah mempunyai usia yang panjang, sepanjang usia peradaban manusia. Catatan tentang resep masakan dan makanan telah sejak lama dilakukan dalam berbagai kebudayaan dunia. Hampir semua kebudayaan yang memakai tulisan menghasilkan buku seni dapur.

Dalam “Encyclopedie Britannica” dan “Encyclopedie Americana” dinyatakan bahwa catatan yang paling tua dalam seperkara masak memasak, dihasilkan oleh kebudayaan Yunani Lama, yaitu suatu himpunan yang diberi nama “Hedypatheia” (serba lezat) yang disusun oleh Archestratus pada 350 tahun Sebelum Masehi dan “Dipnosophistai” (pesta makan pilihan) disusun oleh Athenaeus pada dua abad sebelum masehi. Sedangkan pada abad ke- 9 di Italia terdapat sebuah manuskrip berjudul “De re coquinaria” karya Macus Gavius Apicius. Adapun buku makanan yang dicetak pada tahun 1475 berjudul “De honesta voluptate” karya Bortolomeo de’ Sacchi dari Italia. Dari Prancis menghasilkan dua buku penting dibidang seni dapur yaitu “Le managier de Paris” (Nyonya Rumah di Paris) yang diterbitkan pada tahun 1394 dan yang diterbitkan pada tahun 1651.

Buku resep makanan yang ditulis pertama kali oleh seorang perempuan adalah “The Queen-like Closed or Rich Cabinet” yang disusun oleh Hannah Wooley dan diterbitkan pada tahun 1670. kemudiannya di Inggris ada pula sebuah buku yang berjudul “Modern Cookery for Private Families” oleh Eliza Acton pada tahun 1845. Dipertengan abad ke-19, rahasia seni dapur Prancis dihidangkan oleh Alexis Soyer dengan judul “Shilling Cookery for the People”. Sedangkan pada tahun 1896, Fannie Merrit Farmer menerbitkan menerbitkan buku masakannya yang terkenal “The Boston Cookeing School Cook Book”.

Gurindam 12 Raja Ali Haji

Gurindam 12 - Fasal 1

barang siapa tiada memegang agama
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

barang siapa mengenal yang empat maka yaitulah orang yang makrifat

barang siapa mengenal Allah
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

barang siapa mengenal diri
maka telah mengenal akan tuhan yang bahri

barang siapa mengenal dunia
tahulah ia barang yang terperdaya

barang siapa mengenal akhirat
tahulah ia dunia mudharat

Gurindam 12 - Fasal 2

barang siapa mengenal yang tersebut
tahulah ia makna takut

barang siapa meninggalkan sembahyang
seperti rumah tiada bertiang

barang siapa meninggalkan puasa
tidaklah mendapat dua termasa

barang siapa meninggalkan zakat
tiada hartanya beroleh berkat

barang siapa meninggalkan haji
tiadalah ia menyempurnakan janji

Gurindam 12 - Fasal 3

apabila terpelihara mata
sedikitlah cita-cita

apabila terpelihara kuping
khabar yang jahat tiadalah damping

apabila terpelihara lidah
niscaya dapat daripadanya faedah

bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
daripada segala berat dan ringan

apabila perut terlalu penuh
keluarlah fi‘il yang tiada senonoh

anggota tengah hendaklah ingat
di situlah banyak orang yang hilang semangat

hendaklah peliharakan kaki
daripada berjalan yang membawa rugi

Gurindam 12 - Fasal 4

hati itu kerajaan di dalam tubuh
jikalau zalim segala anggota pun rubuh

apabila dengki sudah bertanah
datang daripadanya beberapa anak panah

mengumpat dan memuji hendaklah pikir
di situlah banyak orang yang tergelincir

pekerjaan marah jangan dibela
nanti hilang akal di kepala

jika sedikit pun berbuat bohong
boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

tanda orang yang amat celaka
aib dirinya tiada ia sangka

bakhil jangan diberi singgah
itulah perompak yang amat gagah

barang siapa yang sudah besar
janganlah kelakuannya membuat kasar

barang siapa perkataan kotor
mulutnya itu umpama ketor

di manatah tahu salah diri
jika tiada orang lain yang berperi

pekerjaan takbur jangan direpih
sebelum mati didapat juga sepih

Gurindam 12 - Fasal 5

jika hendak mengenal orang berbangsa
lihat kepada budi dan bahasa

jika hendak mengenal orang yang berbahagia
sangat memeliharakan yang sia-sia

jika hendak mengenal orang mulia
lihatlah kepada kelakuan dia

jika hendak mengenal orang yang berilmu
bertanya dan belajar tiadalah jemu

jika hendak mengenal orang yang berakal
di dalam dunia mengambil bekal

jika hendak mengenal orang yang baik perangai
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Gurindam 12 - Fasal 6

cahari olehmu akan sahabat
yang boleh dijadikan obat

cahari olehmu akan guru
yang boleh tahukan tiap seteru

cahari olehmu akan isteri
yang boleh menyerahkan diri

cahari olehmu akan kawan
pilih segala orang yang setiawan

cahari olehmu akan abdi
yang ada baik sedikit budi
Gurindam 12 - Fasal 7

apabila banyak berkata-kata
di situlah jalan masuk dusta

apabila banyak berlebih-lebihan suka
itulah tanda hampirkan duka

apabila kita kurang siasat
itulah tanda pekerjaan hendak sesat

apabila anak tidak dilatih
jika besar bapanya letih

apabila banyak mencacat orang
itulah tanda dirinya kurang

apabila orang yang banyak tidur
sia-sia sahajalah umur

apabila mendengar akan khabar
menerimanya itu hendaklah sabar

apabila mendengar akan aduan
membicarakannya itu hendaklah cemburuan

apabila perkataan yang lemah lembut
lekaslah segala orang mengikut

apabila perkataan yang amat kasar
lekaslah orang sekalian gusar

apabila pekerjaan yang amat benar
tiada boleh orang berbuat honar

Gurindam 12 - Fasal 8

barang siapa khianat akan dirinya
apalagi kepada lainnya

kepada dirinya ia aniaya
orang itu jangan engkau percaya

lidah suka membenarkan dirinya
daripada yang lain dapat kesalahannya

daripada memuji diri hendaklah sabar
biar daripada orang datangnya khabar

orang yang suka menampakkan jasa
setengah daripada syirik mengaku kuasa

kejahatan diri sembunyikan
kebajikan diri diamkan

keaiban orang jangan dibuka
keaiban diri hendaklah sangka

Gurindam 12 - Fasal 9

tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan
bukannya manusia ia itulah syaitan

kejahatan seorang perempuan tua
itulah iblis punya penggawa

kepada segala hamba-hamba raja
di situlah syaitan tempatnya manja

kebanyakan orang yang muda-muda
di situlah syaitan tempat bergoda

perkumpulan laki-laki dengan perempuan
di situlah syaitan punya jamuan

adapun orang tua yang hemat
syaitan tak suka membuat sahabat

jika orang muda kuat berguru
dengan syaitan jadi berseteru

Gurindam 12 - Fasal 10

dengan bapa jangan durhaka
supaya Allah tidak murka

dengan ibu hendaklah hormat
supaya badan dapat selamat

dengan anak janganlah lalai
supaya boleh naik ke tengah balai

dengan isteri dan gundik janganlah alpa
supaya kemaluan jangan menerpa

dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kapil

Gurindam 12 - Fasal 11

hendaklah berjasa
kepada yang sebangsa

hendaklah jadi kepala
buang perangai yang cela

hendak memegang amanat
buanglah khianat

hendak marah
dahulukan hujjah

hendak dimalui
jangan memalui

hendak ramai
murahkan perangai

Gurindam 12 - Fasal 12

raja mufakat dengan menteri
seperti kebun berpagar duri

betul hati kepada raja
tanda jadi sebarang kerja

hukum adil atas rakyat
tanda raja beroleh inayat

kasihkan orang yang berilmu
tanda rahmat atas dirimu

hormat akan orang yang pandai
tanda mengenal kasa dan cindai

ingatkan dirinya mati
itulah asal berbuat bakti

akhirat itu terlalu nyata
kepada hati yang tidak buta