10. Mantera Melayu

Attayaya Butang Emas on 2011-06-08

10. Mantera

Dipercayai mantra adalah bentuk sastra lisan paling tua yang dimiliki oleh orang Melayu. Ianya tidak hanya dimiliki oleh Dukun, Bomoh atau pawang saja. Sebagaimana yang telah diperkatakan, bahwa mantra termasuk salah satu sastra lisan yang memiliki kekuatan gaib, maka ianya memang harus dipelajari secara tekun. Di samping itu ada pula yang mengatakan bahwa mantra adalah permainan kata-kata yang mempunyai kekuatan gaib. Kemudiannya setelah Agama Islam masuk di negeri Melayu, sebagian mantra-mantra telah menggunakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Seperkara berkaitan dengan mantra ini, tetaplah ingin dimasukkan dalam kelompok kesusastraan, terlepas dari berbagai kepentingan yang ada di dalamnya. Sebab penyususn beranggapan bahwa nilai-nilai yang terdapat di dalam mantra, lebih kepada penilaian sastranya.

Kemudian daripada itu hendak pula dijelaskan, bahwa sebagian dari mantra-mantra yang berhasil dituliskan ini, tidaklah ditulis secara lengkap. Hal ini sesuai dengan permintaan dari nara sumber yang menghkawatirkan kepada pekerjaan yang kurang patut atau disalah gunakan. Itu sebabnya di setiap mantra tersebut, sebagian dari baris-barisnya, oleh penyusun hanya memberikan tanda titik-titik saja.

Inilah beberapa contoh mantra-mantra tersebut:
Mantera Mengusir Hantu Polong
…………………………………..
…………………………………..
Hi, polong
Aku tahu asal engkau
Mula menjadi
Hidung luas tapak tangan lebar
Jangan engkau dengki aniaya
Kepada si……………………..
Jika engkau dengki aniaya
Durhaka engkau kepada Allah
Raib dikau seperti angin
Hancur dikau seperti air
Berkat do’a………………………
La ilaha ilallahu Muhammadarrasulullah

Mantera Mengusir Angin Putting Beliung (taung)
…………………………………….
……………………………………
Hi----iii taung
Aku tahu asal engkau jin
Hi----iii jin
Aku tahu asal engkau jin
Lidah api yang berasap
……………………………………
…………………………………..

Biasanya mantra ini dipergunakan pada saat tutun ke laut atau oleh para nelayan.

Mantera Seri Muke
…………………………………..
………………………………….
Perlu peredah patah
Aku duduk pintu mahari
Aku lalu siti Fatimah latah
Raja tertunduk tuan puteri tertawa
……………………………………….
Kurs semangat ……………….. (dengan menyebutkan namanya)
………………………………………

Dipergunakan oleh kaum perempuan, pada minyak wangi yang diletakkan pada pakaian.

Mantera Masuk Hutan
………………………………..
Allah tongkat aku
Muhammad paying aku
Allah kanan aku
Muhammad kiri aku
Bukan aku memakai kuasa aku
Aku………………………………
…………………………………………

Dipergunakan ketika memasuki hutan, supaya jangan tersesat atau diganggu oleh hantu jembalang.

Mantera untuk orang yang Tersampuk

Bismillahhirrahmanirrahim
Lahaula quata illabillah hilaliyil azim 3 x
Bismillah hi a’la ahdi rasulullah s.a.w
Wa ala ahdi sulaiman ibni Daud
Infiru ayuhal jinn wassyaitan
Ahsantu alikum wa azam tu alaikum
Aiyatahul arwanur rohani yatu
………………………………. (dan seterusnya)

Biasanya dipergunakan untuk orang yang terkena sampok sesuatu mahluk gaib.

Mantra “Serindai”
…………………………………….
Bismillahhirramanirrahim
Hi amrih na wajiah jin serindai
Buka kunci rumahku
Buka kunci yang di dalam rumahku
Buka kunci yang keliling rumahku
Kunci Allah lagi terbuka
Kunci Muhammad lagi terbungkai
Inikan pula kunci si amrih jin serindai
Ambil ranggas mata ranting hendak membuat pagar
Hendak memagar rangka bidadari…
……………………………………….

Biasanya dipergunakan untuk budak-budak di bacakan pada segelas air, kemudian diminumkan dan disapukan pada muka.

Mantera Disengat Lipan
…………………………………
Bismillahhirrahmanirrahim
…………………………………
………………………………..
Asal menjadi lipan
Tali pusat rasulullah yang terbuang
……………………………….
………………………………..

(membaca kata-kata tersebut sambil ibu jari dilekatkan pada langit-langit, kemudian disapukan kepaa yang sakit).

Mantra terkena bisa Binatang di Darat
………………………………….
Bismillahhirrahmanirrahim
…………………………………
………………………………..
Aku tahu asal engkau
Darah pusat rasulullah yang mengalir ke darat
……………………………..
…………………………….

(sama, untuk hewan berbisa di darat).

Mantera Terkena Bisa Binatang Laut
…………………………………….
Bismillahhirrahmanirrahim
…………………………………….
…………………………………….
Aku tahu asal engkau
Darah pusat rasulullah yang mengalir ke laut
…………………………………….
……………………………………

(ibu jari diletakkan pada langit-langit, kemudian disapukan pada yang terkena bisa pada hewan di laut).

Mantra Penawar Racun
……………………………………
Lailahaillah
Yaa a hu yaa a hu
Aku makan di dalam
Famayya yaa ahu yaa ahu 3x
…………………………………
………………………………….

(biasanya dipergunakan kalau ragu-ragu terhadap sesuatu yang akan di makan, apakah bertamu di rumah orang, dan lain sebagainya).

Mantera Untuk Anak-anak yang Terjatuh
………………………………………….
Tukul tangkal,
Tukul pintu,
Budak nakal
Memang begitu
…………………………………….
……………………………………..
Kursss…. Semangat………………….

(sebut nama si anak sambil mengusap tempat yang bengkak, boleh juga menggunakan rambut si emak).

Untuk anak yang baru pandai berjalan kemudian jatuh, maka salah satu anggota tubuhnya bengkak, lalu dibacakan mantra yang tersebut di atas.

Mantra Pengasih
……………………………..
………………………………
Minyak situang-tuang
Tuang dalam kuali
Mukaku cantik bagaikan bulang terang
Siapa yang melihat tergila padaku
Kurss semangat………….. (sebut nama orang yang dikehendaki)
……………………………

Mantra Pemanis
……………………………….
Bismillah…………….
Minyak ini minyak cawandi
Tumpah dari ubun-ubun nabi Muhammad
Bintang bertabur ke kiriku, ke kananku
Aku duduk dipandang lebih
Aku berdiri dipandang lebih
Aku berjalan di pandang lebih……………
……………………………………
………………………………….

Pendinding atau menjaga diri
(dibaca ketika hendak tidur)
…………………………..
…………………………
Hak burdahak
Aku berserah kepada yang hidup
Yang tiada mati
Kata Allah kukatakan
Kata Muhammad kukatakan
………………………….
………………………….

Tentang Mantra dapat juga dibaca di : Mantra Melayu di Tamadun Melayu

Gurindam 12 Raja Ali Haji

Gurindam 12 - Fasal 1

barang siapa tiada memegang agama
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

barang siapa mengenal yang empat maka yaitulah orang yang makrifat

barang siapa mengenal Allah
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

barang siapa mengenal diri
maka telah mengenal akan tuhan yang bahri

barang siapa mengenal dunia
tahulah ia barang yang terperdaya

barang siapa mengenal akhirat
tahulah ia dunia mudharat

Gurindam 12 - Fasal 2

barang siapa mengenal yang tersebut
tahulah ia makna takut

barang siapa meninggalkan sembahyang
seperti rumah tiada bertiang

barang siapa meninggalkan puasa
tidaklah mendapat dua termasa

barang siapa meninggalkan zakat
tiada hartanya beroleh berkat

barang siapa meninggalkan haji
tiadalah ia menyempurnakan janji

Gurindam 12 - Fasal 3

apabila terpelihara mata
sedikitlah cita-cita

apabila terpelihara kuping
khabar yang jahat tiadalah damping

apabila terpelihara lidah
niscaya dapat daripadanya faedah

bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
daripada segala berat dan ringan

apabila perut terlalu penuh
keluarlah fi‘il yang tiada senonoh

anggota tengah hendaklah ingat
di situlah banyak orang yang hilang semangat

hendaklah peliharakan kaki
daripada berjalan yang membawa rugi

Gurindam 12 - Fasal 4

hati itu kerajaan di dalam tubuh
jikalau zalim segala anggota pun rubuh

apabila dengki sudah bertanah
datang daripadanya beberapa anak panah

mengumpat dan memuji hendaklah pikir
di situlah banyak orang yang tergelincir

pekerjaan marah jangan dibela
nanti hilang akal di kepala

jika sedikit pun berbuat bohong
boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

tanda orang yang amat celaka
aib dirinya tiada ia sangka

bakhil jangan diberi singgah
itulah perompak yang amat gagah

barang siapa yang sudah besar
janganlah kelakuannya membuat kasar

barang siapa perkataan kotor
mulutnya itu umpama ketor

di manatah tahu salah diri
jika tiada orang lain yang berperi

pekerjaan takbur jangan direpih
sebelum mati didapat juga sepih

Gurindam 12 - Fasal 5

jika hendak mengenal orang berbangsa
lihat kepada budi dan bahasa

jika hendak mengenal orang yang berbahagia
sangat memeliharakan yang sia-sia

jika hendak mengenal orang mulia
lihatlah kepada kelakuan dia

jika hendak mengenal orang yang berilmu
bertanya dan belajar tiadalah jemu

jika hendak mengenal orang yang berakal
di dalam dunia mengambil bekal

jika hendak mengenal orang yang baik perangai
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Gurindam 12 - Fasal 6

cahari olehmu akan sahabat
yang boleh dijadikan obat

cahari olehmu akan guru
yang boleh tahukan tiap seteru

cahari olehmu akan isteri
yang boleh menyerahkan diri

cahari olehmu akan kawan
pilih segala orang yang setiawan

cahari olehmu akan abdi
yang ada baik sedikit budi
Gurindam 12 - Fasal 7

apabila banyak berkata-kata
di situlah jalan masuk dusta

apabila banyak berlebih-lebihan suka
itulah tanda hampirkan duka

apabila kita kurang siasat
itulah tanda pekerjaan hendak sesat

apabila anak tidak dilatih
jika besar bapanya letih

apabila banyak mencacat orang
itulah tanda dirinya kurang

apabila orang yang banyak tidur
sia-sia sahajalah umur

apabila mendengar akan khabar
menerimanya itu hendaklah sabar

apabila mendengar akan aduan
membicarakannya itu hendaklah cemburuan

apabila perkataan yang lemah lembut
lekaslah segala orang mengikut

apabila perkataan yang amat kasar
lekaslah orang sekalian gusar

apabila pekerjaan yang amat benar
tiada boleh orang berbuat honar

Gurindam 12 - Fasal 8

barang siapa khianat akan dirinya
apalagi kepada lainnya

kepada dirinya ia aniaya
orang itu jangan engkau percaya

lidah suka membenarkan dirinya
daripada yang lain dapat kesalahannya

daripada memuji diri hendaklah sabar
biar daripada orang datangnya khabar

orang yang suka menampakkan jasa
setengah daripada syirik mengaku kuasa

kejahatan diri sembunyikan
kebajikan diri diamkan

keaiban orang jangan dibuka
keaiban diri hendaklah sangka

Gurindam 12 - Fasal 9

tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan
bukannya manusia ia itulah syaitan

kejahatan seorang perempuan tua
itulah iblis punya penggawa

kepada segala hamba-hamba raja
di situlah syaitan tempatnya manja

kebanyakan orang yang muda-muda
di situlah syaitan tempat bergoda

perkumpulan laki-laki dengan perempuan
di situlah syaitan punya jamuan

adapun orang tua yang hemat
syaitan tak suka membuat sahabat

jika orang muda kuat berguru
dengan syaitan jadi berseteru

Gurindam 12 - Fasal 10

dengan bapa jangan durhaka
supaya Allah tidak murka

dengan ibu hendaklah hormat
supaya badan dapat selamat

dengan anak janganlah lalai
supaya boleh naik ke tengah balai

dengan isteri dan gundik janganlah alpa
supaya kemaluan jangan menerpa

dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kapil

Gurindam 12 - Fasal 11

hendaklah berjasa
kepada yang sebangsa

hendaklah jadi kepala
buang perangai yang cela

hendak memegang amanat
buanglah khianat

hendak marah
dahulukan hujjah

hendak dimalui
jangan memalui

hendak ramai
murahkan perangai

Gurindam 12 - Fasal 12

raja mufakat dengan menteri
seperti kebun berpagar duri

betul hati kepada raja
tanda jadi sebarang kerja

hukum adil atas rakyat
tanda raja beroleh inayat

kasihkan orang yang berilmu
tanda rahmat atas dirimu

hormat akan orang yang pandai
tanda mengenal kasa dan cindai

ingatkan dirinya mati
itulah asal berbuat bakti

akhirat itu terlalu nyata
kepada hati yang tidak buta