JENIS-JENIS KERIS

Attayaya Butang Emas on 2010-01-05

Hatta berdasarkan kepada suatu penelitian berkenaan dengan keris-keris yang ada di daerah Melayu ianya dapatlah dibagikan kepada beberapa jenis keris. Seperkara ini ditengok kepada ulu atau sarung maupun mata keris, dan juga melihat kepada bentuk secara keseluruhan. Menurut G. C. Woolley, secara umum keris dapat dibagikan kepada tujuh jenis, yaitu:
1. Keris Jenis Semenanjung atau jenis Utara
2. Keris Jenis Pekakak
3. Keris Jenis Jawa
4. Keris Jenis Sumatera
5. Keris Jenis Bali dan Madura
6. Keris Jenis Bugis
7. Keris Jenis Sundang dan Jenis Sulok

Penjelasan :

1. Jenis Semenanjung atau Utara
Pada gambar (Gambar 22) menunjukkan jenis keris yang terdapat di tanah Melayu. Ianya mempunyai bentuk Ulu Jawa Demam yang seakan menggambarkan orang yang berpeluk tubuh seakan sedang terkena demam.

Ulu Jawa Demam yang tua mempunyai bentuk seperti tubuh manusia, tetapi kemudiannya di ubah (seperti gambar 23 a dan 23 b), malah ada sebagiannya yang diukir dengan rekaan bunga seperti gambar 23 c. sedangkan sarung keris jenis Semenanjung mudah dikenali melalui sampir yang berbentuk jalur bujur sangkar yang besar serta empat segi. Batangnya lebar dan tidak seberapa tirus serta mempunyai bentuk bujur sangkar.

2. Jenis Pekakak
Keris Pekakak ataupun keris pekaka adalah sejenis keris yang ada di negeri Patani. Sebabnya dinamakan keris Pekaka karena ulunya yang terbuat dari kayu atau tanduk, adakalanya dari perak; mempunyai bentuk seperti burung Pekakak dengan kepala yang besar dan hidung yang panjang seperti gambar 24. Tetapi kalau diperhatikan benar, kepala burung Pekakak itu justru lebih mirip dengan tokoh laksamana di dalam wayang kulit Jawa. Mata keris dari jenis ini lebih panjang dari jenis yang biasa. Malahan diantaranya ada yang memiliki sampai 31 lok di matanya.

3. Jenis Jawa
Jenis Keris Jawa dapat diketahui daripada ulu dan sarungnya, terutama sekali pada sampirnya. Lebih sering ulunya terbuat dari kayu, berbentuk bengkok di ujungnya yang hampir menyerupai bentuk ulu pistol seperti yang terlihat pada gambar 25.

Terkadang jenis Keris Jawa mempunyai ulu dengan bentuk Jawa Demam yang terbuat dari kayu ataupun gading, sedangkan gambar 26 menunjukkan bentuk ulu jenis yang mujarad. Ulu Keris Jawa ini selain dipasang dengan pendongkok juga diletakkan sebentuk cincin yang dilekatkan di bawah pendongkok. Cincin tambahan itu dinamakan selut.

Di Jawa, sampir keris dikenali dengan nama warangka, ianya mempunyai beberapa bentuk seperti yang terlihat dalam gambar 27, 28 dan 29. Gambar 27 menunjukkan bentuk jalur bulat dan bertanduk sedangkan pada bahagian dagu keris melentik ke dalam dan pada bagian aring keris, ianya tajam terbuka keluar.

Kalau melihat pada sampir yakni seperti gambar 32, batangnya tidak begitu lebar tetapi tirus serta ujungnya agak membulat, biasanya bersalut logam dan terkadang berukir. Biasanya bagi jenis sarung keris yang lain, kecuali pada jenis Sundang dan Jenis Bugis, apabila batangnya bersalut sesuatu logam, ianya mempunyai buntut yang bujur sangkar, tetapi bagi buntut Keris Jawa bentuk buntutnya tidak berubah.

Batang keris Jawa bersalut dinamakan buntu. Salutan ini juga mempunyai belah betong yang menunjukkan kayu batangnya yang cantik, dan salut yang berbelah betong ini dinamakan tapeh.

Terkadang di celah belah ini dihiasi dengan gading ataupun kulit karah (gambar 28). Jika sekiranya belah ditutup pada bagian atas batangnya dikenali dengan nama selarak. Bentuk Keris Jawa ini mempunyai lebih dari 100 jenis.

4. Jenis Sumatera
Keris jenis ini ditentukan pada mata, ulu dan sarungnya. Ianya dinamakan Keris Bahari dan mempunyai mata yang panjang tirus, lurus seperti terlihat pada gambar 5, atau pun berlok seperti gambar 31, sehingga ia juga disebut dengan Keris Panjang.

Lazimnya mempunyai keratan lintang mata yang bujur panjang ataupun potong wajik. Adakalanya terdapat tulang-tulang belakang pada kedua belah matanya. Keris jenis ini dapat dibagikan kepada beberapa jenis, tergantung kepada ukuran matanya. Apabila matanya panjang maka dinamakan Keris Panjang, sekiranya sederhana dinamakan Keris Alang atau Keris Anak Alang, dan jika seandainya pendek, dinamakan Keris Pandak atau Keris Pendek.

Ulu keris jenis ini berbentuk bengkok pada bagian ujungnya serta mempunyai ukiran bunga-bungaan, biasanya diperbuat dari kayu ataupun tanduk seperti gambar 32. Terkadang juga mempunyai bentuk ulu keris seperti Keris Jawa Demam. Sampirnya pula berbentuk jalur bulat dengan kedua ujungya tinggi serta tajam seperti terlihat pada gambar 33 dan 34.

Batang keris ini pula panjang serta tirus dan biasanya dipasang dengan beberapa simpai dari rotan ataupun logam seperti gambar 34, ianya mempunyai buntut bentuk bujur sirih dan sekiranya bagian batang bersalut logam bentuk buntut bertukar menjadi bujur sankar.

5. Jenis Bali dan Madura
Di kawasan Bali dan Madura, ulu kerisnya mempunyai bentuk-bentuk yang menggambarkan dewa-dewi, hal ini karena dipengaruhi kepada agama Hindu dahulunya. Biasanya ulunya agak besar serta panjang diperbuat dari kayu atau gading, di Bali keris-keris tersebut kerap kali dihiasi dengan permata warna-warni seperti gambar 35, 36 dan 37 menunjukkan tiga buah ulu Keris Bali.

Sedangkan pada gambar 38, menunjukkan sebilah keris yang ulunya berbentuk mudah, yakni bulat panjang serta leper di ujungnya.

Ulu Keris Madura biasanya dibuat dari gading dan mempunyai bentuk ataupun gambar-gambar bunga. Biasanya keris bentuk seperti ini cincin yang terbuat dari logam yang tebal serta dihiasi dengan permata. Sarungnya pula yang dibuat dengan cantuman dari bagian-bagian sampir dan batang yang berasingan. Ada pula yang sampir dan batangnya yang terbuat dari bahan berlainan. Biasanya kayu yang dipilih untuk memperbuat sarung keris, dipilih kayu yang berwarna cerah yang mempunyai belak-belak hitam. Gambar 39 dan 40 menunjukkan 2 buah sarung Keris Bali.

6. Jenis Bugis
Keris Bugis biasanya mudah dikenali melalui bentuk ulu, sampir dan buntutnya yang terbuat dari kayu ataupun gading. Biasanya ulu keris ini di ukir seperti bentuk Jawa Demam. Tetapi kemudiannya diubah kepada ukiran yang lebih mudah, seperti terlihat pada gambar 41.

Sampir Keris Bugis mempunyai bentuk menyerupai sampir Jenis Semenanjung, seperti terlihat pada gambar 42, tetapi lebih bulat dan tajam dibandingkan Jenis Semenanjung.

Kemudiannya, bahagian yang paling mudah dikenali dari jenis Keris Bugis ini adalah dengan keadaan buntutnya yang berbentuk mata kapak. Gambar 43 menunjukkan sebilah Keris Bugis yang mempunyai ulu dan sarung yang terbuat dari gading dan pada batangnya dilengkapi dengan simpai logam yang berbunga dan di tengah-tengah batangnya dihiasi dengan perhiasan logam bentuk wajik berbunga.

7. Keris Sundang atau Sulok
Sebagai orang yang biasa berlayar di laut sampai dipersekitaran gugusan tanah Melayu, orang Sulu juga memerlukan senjata untuk memotong dan mengimbas selain dari untuk menikam, oleh karenanya terciptalah sebilah keris yang bernama Keris Sundang atau Keris Sulok.

Jenis keris ini dapat dikenali dari bentuk mata, ulu dan sarungnya. Matanya panjang baik lurus maupun berlok, tebal dan lebar, oleh sebab itu jenis keris ini terasa lebih berat jika dibandingkan dengan keris lainnya.

Lazimnya keris seperti ini mempunyai tuntong yang berbentuk bulat serta tumpul. Kalau diperhatikan dari mata sundang, ianya juga memiliki bagian-bagian yang biasa terdapat pada sebilah mata keris, seperti ganja, lambai gajah dan belalai gajah. Tetapi keistimewaan sundang dapat dilihat dari matanya yang memiliki sepasang sigi yang terbuat dari logam di pangkal matanya, kegunaannya untuk menghindar supaya matanya tidak berputar dari ulunya. Keris Sundang yang bermata lurus dinamakan Keris Raja Laut.

Selain bermata lurus, Keris Sundang juga memiliki mata berlok dan mempunyai nama masing-masing, yaitu:
1. Keris Sulok Belingkong, mempunyai 3 lok.
2. Keris Apit Liang mempunyai 5 lok.
3. Keris Jenoya mempunyai 7 lok.
4. Keris Rantai yang mempunyai lok 7 sampai 20 lok.
5. Keris Andus yang mempunyai lebih dari 20 lok.

Ulu Keris Sundang terbuat dari gading ataupun kayu, sangat berlainan dari bentuk ulu-ulu keris lainnya, yaitu berbentuk bulat panjang untuk genggaman, di ujungnya pula terbuka cara melintang dan melekok arah ke dalam seperti gambar 44.

Bagian berbuku melintang seperti ini sengaja dibuat supaya genggaman tidak terlucut. Ada juga terdapat yang ulunya mempunyai bentuk rupa mujarad seperti gambar 45 ataupun seperti kepala burung kakatua yang ditunjukan pada gambar 46. Biasanya pada seluruh badan bersalut logam ataupun dihiasi dengan susunan simpal (simpai) dari tali atau dawai logam.

Oleh karena bentuk mata Keris Sundang panjang serta lebar, maka bentuk sarungnya yang terbuat dari kayu menjadi terlebih besar daripada jenis keris-keris lainnya. Gambar 47 dan 48 menunjukkan sarung keris Sundang yang biasanya bersalut dengan logam. Sedangkan gambar 49 pula menunjukkan sarung yang ditiru dari bentuk sarung keris biasa tetapi mempunyai bentuk buntut yang berlainan.




Gurindam 12 Raja Ali Haji

Gurindam 12 - Fasal 1

barang siapa tiada memegang agama
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

barang siapa mengenal yang empat maka yaitulah orang yang makrifat

barang siapa mengenal Allah
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

barang siapa mengenal diri
maka telah mengenal akan tuhan yang bahri

barang siapa mengenal dunia
tahulah ia barang yang terperdaya

barang siapa mengenal akhirat
tahulah ia dunia mudharat

Gurindam 12 - Fasal 2

barang siapa mengenal yang tersebut
tahulah ia makna takut

barang siapa meninggalkan sembahyang
seperti rumah tiada bertiang

barang siapa meninggalkan puasa
tidaklah mendapat dua termasa

barang siapa meninggalkan zakat
tiada hartanya beroleh berkat

barang siapa meninggalkan haji
tiadalah ia menyempurnakan janji

Gurindam 12 - Fasal 3

apabila terpelihara mata
sedikitlah cita-cita

apabila terpelihara kuping
khabar yang jahat tiadalah damping

apabila terpelihara lidah
niscaya dapat daripadanya faedah

bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
daripada segala berat dan ringan

apabila perut terlalu penuh
keluarlah fi‘il yang tiada senonoh

anggota tengah hendaklah ingat
di situlah banyak orang yang hilang semangat

hendaklah peliharakan kaki
daripada berjalan yang membawa rugi

Gurindam 12 - Fasal 4

hati itu kerajaan di dalam tubuh
jikalau zalim segala anggota pun rubuh

apabila dengki sudah bertanah
datang daripadanya beberapa anak panah

mengumpat dan memuji hendaklah pikir
di situlah banyak orang yang tergelincir

pekerjaan marah jangan dibela
nanti hilang akal di kepala

jika sedikit pun berbuat bohong
boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

tanda orang yang amat celaka
aib dirinya tiada ia sangka

bakhil jangan diberi singgah
itulah perompak yang amat gagah

barang siapa yang sudah besar
janganlah kelakuannya membuat kasar

barang siapa perkataan kotor
mulutnya itu umpama ketor

di manatah tahu salah diri
jika tiada orang lain yang berperi

pekerjaan takbur jangan direpih
sebelum mati didapat juga sepih

Gurindam 12 - Fasal 5

jika hendak mengenal orang berbangsa
lihat kepada budi dan bahasa

jika hendak mengenal orang yang berbahagia
sangat memeliharakan yang sia-sia

jika hendak mengenal orang mulia
lihatlah kepada kelakuan dia

jika hendak mengenal orang yang berilmu
bertanya dan belajar tiadalah jemu

jika hendak mengenal orang yang berakal
di dalam dunia mengambil bekal

jika hendak mengenal orang yang baik perangai
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Gurindam 12 - Fasal 6

cahari olehmu akan sahabat
yang boleh dijadikan obat

cahari olehmu akan guru
yang boleh tahukan tiap seteru

cahari olehmu akan isteri
yang boleh menyerahkan diri

cahari olehmu akan kawan
pilih segala orang yang setiawan

cahari olehmu akan abdi
yang ada baik sedikit budi
Gurindam 12 - Fasal 7

apabila banyak berkata-kata
di situlah jalan masuk dusta

apabila banyak berlebih-lebihan suka
itulah tanda hampirkan duka

apabila kita kurang siasat
itulah tanda pekerjaan hendak sesat

apabila anak tidak dilatih
jika besar bapanya letih

apabila banyak mencacat orang
itulah tanda dirinya kurang

apabila orang yang banyak tidur
sia-sia sahajalah umur

apabila mendengar akan khabar
menerimanya itu hendaklah sabar

apabila mendengar akan aduan
membicarakannya itu hendaklah cemburuan

apabila perkataan yang lemah lembut
lekaslah segala orang mengikut

apabila perkataan yang amat kasar
lekaslah orang sekalian gusar

apabila pekerjaan yang amat benar
tiada boleh orang berbuat honar

Gurindam 12 - Fasal 8

barang siapa khianat akan dirinya
apalagi kepada lainnya

kepada dirinya ia aniaya
orang itu jangan engkau percaya

lidah suka membenarkan dirinya
daripada yang lain dapat kesalahannya

daripada memuji diri hendaklah sabar
biar daripada orang datangnya khabar

orang yang suka menampakkan jasa
setengah daripada syirik mengaku kuasa

kejahatan diri sembunyikan
kebajikan diri diamkan

keaiban orang jangan dibuka
keaiban diri hendaklah sangka

Gurindam 12 - Fasal 9

tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan
bukannya manusia ia itulah syaitan

kejahatan seorang perempuan tua
itulah iblis punya penggawa

kepada segala hamba-hamba raja
di situlah syaitan tempatnya manja

kebanyakan orang yang muda-muda
di situlah syaitan tempat bergoda

perkumpulan laki-laki dengan perempuan
di situlah syaitan punya jamuan

adapun orang tua yang hemat
syaitan tak suka membuat sahabat

jika orang muda kuat berguru
dengan syaitan jadi berseteru

Gurindam 12 - Fasal 10

dengan bapa jangan durhaka
supaya Allah tidak murka

dengan ibu hendaklah hormat
supaya badan dapat selamat

dengan anak janganlah lalai
supaya boleh naik ke tengah balai

dengan isteri dan gundik janganlah alpa
supaya kemaluan jangan menerpa

dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kapil

Gurindam 12 - Fasal 11

hendaklah berjasa
kepada yang sebangsa

hendaklah jadi kepala
buang perangai yang cela

hendak memegang amanat
buanglah khianat

hendak marah
dahulukan hujjah

hendak dimalui
jangan memalui

hendak ramai
murahkan perangai

Gurindam 12 - Fasal 12

raja mufakat dengan menteri
seperti kebun berpagar duri

betul hati kepada raja
tanda jadi sebarang kerja

hukum adil atas rakyat
tanda raja beroleh inayat

kasihkan orang yang berilmu
tanda rahmat atas dirimu

hormat akan orang yang pandai
tanda mengenal kasa dan cindai

ingatkan dirinya mati
itulah asal berbuat bakti

akhirat itu terlalu nyata
kepada hati yang tidak buta