1. Perhiasan sehari-hari

Attayaya Butang Emas on 2009-04-10

Perhiasan yang dipakai untuk anak-anak, adalah subang untuk anak perempuan yang telah ditindik telinganya. Sedangkan anak laki-laki tidak menggunakan apa-apa. Setelah agak besar anak itu barulah ditambah dengan perhiasan seperti kalung dan gelang untuk anak perempuan, dan cincin yang ada huruf depan dari nama anak tersebut untuk anak laki-laki. Untuk laki-laki dewasa perhiasannya adalah cincin sedangkan perempuan adalah anting-anting (subang), kalung (rantai leher), gelang, cincin. Tetapi untuk laki-laki Melayu dahulu tiada diperbolehkan memakai perhiasan dari emas, melainkan hanya perhiasan yang terbuat dari suasa.

Kelengkapan dan pakaian sehari-hari :
  1. Taplak karet untuk bayi, kegunaannya ialah supaya air kencing tidak menembus pada kasur atau kain alas kasur.
  2. Kain lampin, supaya si bayi tidak kedinginan di atas taplak keret dan sekaligus meresap air kencing.
  3. Kopiah (peci, songkok) adalah untuk menutup rambut dan kepala bagi laki-laki, baik semasa anak, remaja, dewasa dan tua.
  4. Kain ikat bahu atau ada juga yang menyebutnya kain sandung sering digunakan oleh laki-laki ataupun perempuan dewasa.
  5. Baju gunting cina, berikut celana dan kainnya.
  6. Baju kurung berikut celana dan kain samping.
  7. Baju kurung leher cekak musang, dengan celana dan kain sampingnya.
  8. Baju kurung leher tulang belut, berikut celana dan kain samping.
  9. Baju pesak sebelah dengan celananya.
  10. Baju empat saku dengan celana empat saku.
  11. Baju Kancing tujuh dengan pantolannya.
  12. Baju kot dengan celananya.
  13. Baju kebaya biasa dengan kain panjangnya.
  14. Baju kebaya labuh dengan kain panjangnya.
  15. Baju kurung singkat dengan kain tapih.
  16. Baju kurung dengan satu sut.
  17. Baju kurung leher dengan belah pinang.
  18. Selendang untuk menutup rambut dan kepala wanita.
  19. Kain tudung kepala, juga sama kegunaannya dengan selendang, hanya lebih menyeluruh termasuk dengan badan.
  20. Sandal, capal atau kasut ialah kelengkapan pengalas kaki atau telapak kaki, baik untuk laki-laki maupun perempuan.

Disamping baju terdapat pula dengan yang dipakai :
  • Celana dalam
  • Celana pendek
  • Celana empat saku
  • Celana baju kurung
  • Celana gunting Cina
  • Celana pantalon
  • Celana pencak silat.

Kemudian juga menggunakan kain-kain berupa : Kain pelekat, kain songket, kain telepuk, kain samarinda, kain mastuli, kain tandi, kain cindai, kain selendang, kain selendang manto, kain samping, kain selerang, kain dua lerang, kain tapih, kain panjang, kain basah, kain kerudung, kain bengkong, kain lampin, kain brokat, kain drill dan lain sebagainya.

Pakaian yang dikenakan dalam beberapa upacara antara lain sebagai berikut :
  • Baju kurung, berikut seluar atau celana untuk laki-laki
  • Baju kurung leher cekak musang berikut seluar untuk laki-laki
  • Baju kurung leher tulang belut, berikut seluar untuk laki-laki
  • Baju pesak sebelah dengan celananya, juga untuk laki-laki
  • Baju empat saku berikut seluar, untuk laki-laki
  • Baju kancing tujuh berikut seluar, untuk laki-laki
  • Baju kebaya labuh berikut kainnya, untuk perempuan
  • Baju kebaya berikut kainnya, untuk perempuan
  • Baju kurung singkat berikut kainnya, untuk perempuan
  • Baju belah panjang berikut kainnya, untuk perempuan
Perhiasan yang dikenakan dalam beberapa upacara, antara lain :
a. Bagi laki-laki
  • Untuk kepala yaitu kopiah (songkok, peci), serban, songkok haji, terbus, tanjak dengan bentuk dan namanya Balong Ayam, Menyongsong Angin, Elang Menyongsong Angin, Elang Melayang, Tebing Runtuh, Belah Mumbang, Tubang layar, Tanjak Sultan, Tanjak Temenggung, Tanjak Laksamana, Tanjak Datok, dan Tanjak Hulubalang.
  • Untuk di dada, badan, tangan serta jari, yaitu dokoh, kain selempang, selendang, gelang tangan, cincin, inai kuku di jari dan telapak tangan.
  • Untuk pinggang yaitu kain bengkong, pending, cembul cengkeh dan keris.
  • Untuk kaki yaitu gelang kaki, kasut (sandal, selipar, capal) inai kuku jari dan telapak kaki.
b. Untuk perempuan pada umumnya hampir sama hanya bedanya :
  • Memakai anting-anting.
  • Berambut panjang atau memakai sanggul. Sedangkan untuk sanggul dikenal beberapa bentuk ataupun jenisnya, yaitu : Sanggul Biasa (konde) Sanggul Dua, Sanggul Lipat Pandan, Sanggul Lintang, Sanggul Sikat, Sanggul Toncit, Sanggul Gelung.

Alat yang dipakai untuk sanggul antara lain sepit rambut, jala rambut, tusuk konde sanggul, kain kerudung, selendang manto dan selendang biasa.

Sedangkan untuk memakai kain dikenal pula cara mengikat kain, yaitu :
  • Ikat bahu, yaitu kain tapih yang diikat sebelah bahu, bahu kanan atau bahu sebelah kiri
  • Ikat biasa atau sabuk, dengan kain tapih
  • Ikat kembang, dengan membuat kain sebagai kembang
  • Ikat baju kurung
  • Ikat simpai


Gurindam 12 Raja Ali Haji

Gurindam 12 - Fasal 1

barang siapa tiada memegang agama
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

barang siapa mengenal yang empat maka yaitulah orang yang makrifat

barang siapa mengenal Allah
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

barang siapa mengenal diri
maka telah mengenal akan tuhan yang bahri

barang siapa mengenal dunia
tahulah ia barang yang terperdaya

barang siapa mengenal akhirat
tahulah ia dunia mudharat

Gurindam 12 - Fasal 2

barang siapa mengenal yang tersebut
tahulah ia makna takut

barang siapa meninggalkan sembahyang
seperti rumah tiada bertiang

barang siapa meninggalkan puasa
tidaklah mendapat dua termasa

barang siapa meninggalkan zakat
tiada hartanya beroleh berkat

barang siapa meninggalkan haji
tiadalah ia menyempurnakan janji

Gurindam 12 - Fasal 3

apabila terpelihara mata
sedikitlah cita-cita

apabila terpelihara kuping
khabar yang jahat tiadalah damping

apabila terpelihara lidah
niscaya dapat daripadanya faedah

bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
daripada segala berat dan ringan

apabila perut terlalu penuh
keluarlah fi‘il yang tiada senonoh

anggota tengah hendaklah ingat
di situlah banyak orang yang hilang semangat

hendaklah peliharakan kaki
daripada berjalan yang membawa rugi

Gurindam 12 - Fasal 4

hati itu kerajaan di dalam tubuh
jikalau zalim segala anggota pun rubuh

apabila dengki sudah bertanah
datang daripadanya beberapa anak panah

mengumpat dan memuji hendaklah pikir
di situlah banyak orang yang tergelincir

pekerjaan marah jangan dibela
nanti hilang akal di kepala

jika sedikit pun berbuat bohong
boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

tanda orang yang amat celaka
aib dirinya tiada ia sangka

bakhil jangan diberi singgah
itulah perompak yang amat gagah

barang siapa yang sudah besar
janganlah kelakuannya membuat kasar

barang siapa perkataan kotor
mulutnya itu umpama ketor

di manatah tahu salah diri
jika tiada orang lain yang berperi

pekerjaan takbur jangan direpih
sebelum mati didapat juga sepih

Gurindam 12 - Fasal 5

jika hendak mengenal orang berbangsa
lihat kepada budi dan bahasa

jika hendak mengenal orang yang berbahagia
sangat memeliharakan yang sia-sia

jika hendak mengenal orang mulia
lihatlah kepada kelakuan dia

jika hendak mengenal orang yang berilmu
bertanya dan belajar tiadalah jemu

jika hendak mengenal orang yang berakal
di dalam dunia mengambil bekal

jika hendak mengenal orang yang baik perangai
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Gurindam 12 - Fasal 6

cahari olehmu akan sahabat
yang boleh dijadikan obat

cahari olehmu akan guru
yang boleh tahukan tiap seteru

cahari olehmu akan isteri
yang boleh menyerahkan diri

cahari olehmu akan kawan
pilih segala orang yang setiawan

cahari olehmu akan abdi
yang ada baik sedikit budi
Gurindam 12 - Fasal 7

apabila banyak berkata-kata
di situlah jalan masuk dusta

apabila banyak berlebih-lebihan suka
itulah tanda hampirkan duka

apabila kita kurang siasat
itulah tanda pekerjaan hendak sesat

apabila anak tidak dilatih
jika besar bapanya letih

apabila banyak mencacat orang
itulah tanda dirinya kurang

apabila orang yang banyak tidur
sia-sia sahajalah umur

apabila mendengar akan khabar
menerimanya itu hendaklah sabar

apabila mendengar akan aduan
membicarakannya itu hendaklah cemburuan

apabila perkataan yang lemah lembut
lekaslah segala orang mengikut

apabila perkataan yang amat kasar
lekaslah orang sekalian gusar

apabila pekerjaan yang amat benar
tiada boleh orang berbuat honar

Gurindam 12 - Fasal 8

barang siapa khianat akan dirinya
apalagi kepada lainnya

kepada dirinya ia aniaya
orang itu jangan engkau percaya

lidah suka membenarkan dirinya
daripada yang lain dapat kesalahannya

daripada memuji diri hendaklah sabar
biar daripada orang datangnya khabar

orang yang suka menampakkan jasa
setengah daripada syirik mengaku kuasa

kejahatan diri sembunyikan
kebajikan diri diamkan

keaiban orang jangan dibuka
keaiban diri hendaklah sangka

Gurindam 12 - Fasal 9

tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan
bukannya manusia ia itulah syaitan

kejahatan seorang perempuan tua
itulah iblis punya penggawa

kepada segala hamba-hamba raja
di situlah syaitan tempatnya manja

kebanyakan orang yang muda-muda
di situlah syaitan tempat bergoda

perkumpulan laki-laki dengan perempuan
di situlah syaitan punya jamuan

adapun orang tua yang hemat
syaitan tak suka membuat sahabat

jika orang muda kuat berguru
dengan syaitan jadi berseteru

Gurindam 12 - Fasal 10

dengan bapa jangan durhaka
supaya Allah tidak murka

dengan ibu hendaklah hormat
supaya badan dapat selamat

dengan anak janganlah lalai
supaya boleh naik ke tengah balai

dengan isteri dan gundik janganlah alpa
supaya kemaluan jangan menerpa

dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kapil

Gurindam 12 - Fasal 11

hendaklah berjasa
kepada yang sebangsa

hendaklah jadi kepala
buang perangai yang cela

hendak memegang amanat
buanglah khianat

hendak marah
dahulukan hujjah

hendak dimalui
jangan memalui

hendak ramai
murahkan perangai

Gurindam 12 - Fasal 12

raja mufakat dengan menteri
seperti kebun berpagar duri

betul hati kepada raja
tanda jadi sebarang kerja

hukum adil atas rakyat
tanda raja beroleh inayat

kasihkan orang yang berilmu
tanda rahmat atas dirimu

hormat akan orang yang pandai
tanda mengenal kasa dan cindai

ingatkan dirinya mati
itulah asal berbuat bakti

akhirat itu terlalu nyata
kepada hati yang tidak buta