8. Tarian Melayu (Sejarah)

Attayaya Butang Emas on 2010-10-02

1. Tari, keindahan dan upacara

Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan keindahan. Perasaan keindahan itu terlihat dalam ungkapan perasaan yang dituangkan melalui bentuk karya seni. Karya seni itu selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup dari penciptanya, lingkungan tempat tinggal, lingkungan sosial budaya serta perkembangan ilmu pengetahuan. Demikianlah perasaan keindahan manusia itu sama di sepanjang zaman baik primitif, maupun sampai kepada zaman kemajuan.

Orang Melayu yang sebagian besar bermukim di daerah pesisir memiliki ragam kesenian yang sedemikian banyaknya, diantaranya adalah seni tari. Kalau membaca Kitab Pengetahuan Bahasa, karangan Raja Ali Haji (1858), tersebutlah sebuah perkataan tari yang digambarkan sebagai berikut: “pekerjaan seseorang dengan kesukaan maka menggerakkan tangannya atau kakinya dengan bertimbang dan beratur yang menjadi indah pada pemandangan adanya”

Tari, jika di perhatikan secara teliti akan kelihatan daripadanya berbagai anasir yang terkandung di dalamnya, diantaranya yang paling kuat adalah gerak dan irama.

Maka tersebutlah seorang ahli kritikus tari dari bangsa Amerika dalam kitab karyanya yang berjudul The Modern Dance mengemukakan, bahwa subtansi baku dari tari adalah gerak. Bahwa gerak adalah pemgalaman phisik yang paling elementer dari kehidupan manusia. Gerak tidak hanya terdapat pada denyutan-denyutan di seluruh tubuh manusia untuk memungkinkan manusia hidup, tetapi gerak juga terdapat pada ekspresi dari segala pengalaman emosional.*)

Bahkan seorang ahli sejarah musik dan tari berkebangsaan Jerman yaitu Curt Sachs, dalam bukunya yang berjudul “History of the dance”, mengatakan:”.. bahwa perkembangan tari sebagai seni yang tinggi telah mencapai tingkat kesempurnaan, telah ada pada zaman pra sejarah. Pada fajar kebudayaan , tari telah mencapai tingkat kesempurnaan yang belum tercapai oleh seni dan ilmu pengetahuan lainnnya, bahkan pada zaman itu (pra sejarah) seandainya musik dipisahkan dari tari, musik itu tidak akan memiliki nilai artistik apapun”.**)

Peninggalan kebudayaan lama dari zaman perunggu ditemukan di daerah Kuwing, Kecamatan Bangkinang – berupa patung-patung perunggu hasil dari kebudayaan zaman perunggu. Patung-patung perunggu itu menggambarkan gerak-gerak tari dari penari yang ada di daerah tersebut. Benda-benda itu kemudiannya tersimpan di Musium Nasional, Jakarta.

Tari juga dikenal mempunyai hubungan yang sangat rapat dengan upacara-upacara (adat) yang ada di dunia, begitupun halnya di tanah Melayu. Tari dan upacara sememangnyalah sesuatu yang sudah bersebati.

Pada dasarnya kesepakatan dan kesepahaman terhadap tari ialah memiliki unsur-unsur gerak yang indah, gerak itu ditata dalam irama. Irama itu sendiri, tidak harus dari alat-alat musik tertentu, tetapi syair yang dilagukan atau bahkan hanya tepukan tangan atau hentakan kaki, pun dapat berperan sebagai irama. Sedangkan gerak-geraknya bukanya hanya geak keseharian, melainkan merupakan ungkapan perasaan atau kehendak manusia pelakunya. Manusia itu boleh diartikan sebagai persendirian atau dapat juga mewakili kelompok atau masyarakat.

Sebenarnya tari menyandang berbagai kegunaan, tergantung pada beberapa penyebab yang ikut menentukannya. Salah seorang ahli sejarah tari yang bernama Richard Kraus mengamati bahwa masyarakat, golongan usia dan jenis kelamin, hal-hal yang berhubungan dengan agama, dan penyebab lainngya yang serupa mengenai para penarinya, menjadi semacam sekat yang membedakan berbagai kegunaan tersebut.

*) Jan Martin, The Modern Dance, New York: Dance Horison, 1965, hal 8.
**) Curt Sachs, World History of the Dance, New York, 1963, hal 207-216.
More about8. Tarian Melayu (Sejarah)

7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Sayang Serawak

Attayaya Butang Emas on 2010-05-30

SAYANG SERAWAK

Sayang serawak sungainya sempit
sayang serawak sungainya sempit
Hendak kubawa perahunya sempit
hendak kubawa perahunya sempit

Buah lah rengas lambung lambungan
Buah lah rengas lambung lambungan
Tinggallah kasih tinggallah junjungan
Tinggallah kasih tinggallah junjungan

More about7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Sayang Serawak

7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Segantang Lada

Attayaya Butang Emas on 2010-05-28

SEGANTANG LADA

segantang lada namanya kepulauan Riau
segantang lada namanya kepulauan Riau
Ibukotanya di Pulau Bintan
Ibukotanya di Pulau Bintan

Hati gelisah dan risau
hatigelisah dan risau
Bila terkenang wajahmu tuan
bila terkenang wajahmu tuan


Ciptaan : Drs. Daud Kadir
More about7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Segantang Lada

7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Lancang Kuning

Attayaya Butang Emas on 2010-05-26

LANCANG KUNING

Lancang kuning, lancang kuning berlayar malam hai berlayar malam
haluan menuju, haluan menuju ke laut dalam hai ke laut dalam
Lancang kuning berlayar malam
Lancang kuning berlayar malam

More about7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Lancang Kuning

7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Makan Sirih

Attayaya Butang Emas on 2010-05-24

MAKAN SIRIH

Makan sirih ujunglah ujungan aduhai lah sayang
kurang lah kapur tambah lah ludah
Hidupku ini untunglah untungan aduhai lah sayang
sehari lah senang seharilah susah

More about7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Makan Sirih

7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Patah Hati

Attayaya Butang Emas on 2010-05-20

PATAH HATI

Dua lah belas dayung lah petani
petik nenas di dalam kebun
Dua lah belas tidakkah beban memandang kami
siang berpanas malam berembun

More about7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Patah Hati

7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Sri Mersing

Attayaya Butang Emas on 2010-05-16

SRI MERSING

langitlah cerah
Awan membiru
Angin berhembus menyayukan kalbu

Langitlah cerah
Kalaulah nak tahu untung nasibku
Bagai kaca terhempas ke batu


More about7. Musik dan Nyanyian : Lirik Lagu Melayu Sri Mersing