2. Tanggal Pusat

Attayaya Butang Emas on 2008-08-21

Setelah beberapa hari melahirkan, kedua bidan itu secara teratur datang ke rumah perempuan yang bersalin untuk merawat si emak dan bayinya. Tok (Mak) Bidan sebelah atas kerjanya memandikan, dan menggantikan pakaian. Sebelum si emak didandan, kedudukan perutnya diurut yang disebut disengkak, yang bermaksud supaya keadaan urat-urat perut tetap teratur. Sedangkan Tuk (Mak) Bidan sebelah bawah memandikan bayi, merawat pusat dan menjaga supaya perut si bayi tetap hangat untuk menghindarkan sakit perut. Sesudah bayi dimandikan, pusatnya diobati, di bedong dan disusukan kepada emaknya. Kemudian si emak disuruh makan obat yang sudah diramu khusus oleh Tuk (Mak) Bidan.

Memandikan bayi pada saat baru lahir sampai menjelang tanggal pusat dilakukan sekali sehari. Tetapi setelah tanggal pusat, si bayi dimandikan dua kali sehari yaitu pagi dan sore hari.

Pada upacara tanggal pusat tiadalah boleh terlepas daripada pembabitan Tuk (Mak) Bidan. Karena dikira dari mulai lahir sampai kepada tanggal pusat boleh dikatakan masih menjadi kewajiban kepada Tuk (Mak) Bidan. Kepada yang biasanya, pusat bayi tanggal sekitar lima atau sampai tujuh hari, konon apabila tali pusat itu belum tanggal juga sampai sepuluh hari, diramalkan si anak kelak akan mempunyai tabiat yang keras kepala atau suka membangkang.

Beberapa hari sebelum mengadakan upacara tanggal pusat, telah dipersiapkan beberapa kelengkapan yang akan dipergunakan yaitu dua batang lilin, sebuah talam kecil, sebuah tempurung jantan, sebuah bambu kecil. Setelah pusat si bayi tanggal diadakan upacara tanggal pusat dengan sederhana saja, dengan mengundang jiran terdekat dan keluarga.

Gambar
Barut Luar (Otto) untuk anak laki-laki atau perempuan yang sudah pandai berjalan

Biasanya hidangan utama yang disajikan dalam upacara tanggal pusat ini, badannya diambil dari beras (kacang hijau) yang diletakkan di dalam talam sebagai alas tempat tidur bayi. Beras tersebut dibersihkan lalu dimasak dengan campuran santan. Kemudiannya dibagi menjadi dua bagian, yang sebagian dibuat dengan berasa agak asin dan yang sebagian lagi dibubuhi gula merah. Bubur ini dihidangkan, yang putih bagian bawah dan yang merah bagian atas. Sedangkan kalau menggunakan kacang hijau, kacang tersebut juga dimasak untuk dijadikan bubur yang disantap bersama-sama (bubur ini disebut Bubur Pusat/Bubur Merah Putih).

Gambar
Kain Bengkong, jenis poplin warna putih yang dipakaikan untuk menyelimuti bayi supaya tidak kedinginan.