a. Senjata Untuk Menyerang

Attayaya Butang Emas on 2009-12-26

1. Keris *)
Keris merupakan salah satu jenis senjata yang digunakan masyarakat Melayu guna menyerang lawan yang dihadapi. Keris yang ada pada masyarakat Melayu bukanlah senjata tradisional asli. Keris ini berdasarkan catatan sejarah berasal dari masyarakat Jawa. Pada zaman dahulu, kerajaan-kerajaan yang ada di tanah Melayu berada di bawah kekuasaan kerajaan Majapahit. Utusan-utusan dari kerajaan Majapahit sering datang kewilayah-wilayah kerajaan Melayu yang ada, salah satunya membawa cindera mata dalam bentuk keris.

Berdasarkan dari cendera mata ini maka masyarakat Melayu mengenal keris. Salah satu jenis keris yang ada pada masyarakat Melayu adalah yang berbentuk lurus. Keris ini menjadi pegangan Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah. Sementara itu permaisuri juga memegang sebuah keris. Jadi keris ini adalah sepasang.

*) :
Khusus untuk KERIS akan diperbincangkan tersendiri secara khusus yang lebih panjang dan agak lengkap

2. Pedang
Pedang merupakan senjata tradisional lainnya guna menyerang bagi masyarakat Melayu. Kalau keris cara penggunaanya dengan menikam ke tubuh lawan, pedang cara penggunaannya lebih bermacam-macam, seperti dengan menebaskan dan mencincang tubuh lawan. Selain itu, ada juga cara penggunaan pedang dengan cara menusukkan ke tubuh lawan atau musuh yang dihadapi.

Berdasarkan dari sejarah keberadaan pedang ini pada masyarakat Melayu, pedang sudah dikenal sejak masuknya pengaruh Islam ke tanah Melayu. Dalam perjalanannya ke tanah Melayu, para saudagar Arab sering membawa pedang guna menyerang atau mempertahankan diri dari serangan lawan. Bentuk pedang dari tanah Arab ini melengkung. Pada masa colonial Belanda, para opsir segeri Belanda ini juga membawa-bawa pedang di tangannya guna menyerang dan menakut-nakuti masyarakat Melayu. Karena makin banyak pedang yang beredar di tanah Melayu, maka masyarakat mengetahui bahwa senjata ini merupakan salah satu senjata guna menyerang.

Dalam perkembangannya, masyarakat Melayu mengubah suai pedang Arab dan Belanda ini. Pedang yang digunakan masyarakat Melayu kini merupakan hasil buatan pandai besi Melayu. Bentuknya lebih sederhana, berbentuk pipih dan sangat tajam.

3. Tombak
Disamping keris dan pedang, tombak juga merupakan senjata tradisonal yang banyak dimiliki oleh masyarakat Melayu. Pada dasarnya, tombak ini merupakan senjata tradisional pertama yang dikenal dan digunakan. Tombak ini tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyerang, namun juga dapat digunakan untuk berburu.

Pada masa sekarang, tombak tidak lagi digunakan masyarakat Melayu guna menyerang atau mempertahankan diri. Kegunaan tombak sudah beralih sebagai senjata untuk memburu binatang, terutama ikan . Masyarakat Melayu yang hidup sebagai nelayan, dalam pekerjaannya menangkap ikan, disamping memiliki jala dan pancing, juga memiliki tombak guna menangkap ikan.

4. Serampang
Serampang pada dasarnya adalah senjata tradisional yang sejenis dengan tombak. Serampang ini ada yang bermata satu, dua, dan tiga. Namun yang lebih terkenal pada masyarakat Melayu adalah serampang bermata tiga (berbentuk seperti trisula). Senjata ini pada asalnya adalah sebagai penangkap ikan bagi para suku laut yang berdomisili di sekitar Kepulauan Riau. Pada saat ini juga digunakan pada masyarakat Melayu. Bahan bakunya terdiri dari besi dan kayu. Ujung serampang terbuat dari besi runcing dan pegangannya terbuat dari kayu atau bambu.

5. Tempuling
Tempuling juga merupakan senjata tradisional yang berasal dari suku laut. Senjata ini sejenis dengan tombak atau serampang bermata satu. Perbedaannya hanya karena pada pangkal mata tempuling diberi atau diikat dengan tali. Ujung tali yang lain dipegang oleh orang yang menggunakan atau rekan kerjanya. Pemberian tali dimaksudkan agar hewan buruan dapat diikuti kemana arah larinya dan apabila sudah lemas dapat segera diseret dan diambil. Tempuling biasanya digunakan nelayan untuk menangkap ikan-ikan yang besar.

6. Parang
Jenis senjata ini cara penggunaannya adalah dibacokkan atau diayunkan kepada yang dihadapi. Sangat jarang penggunaannya dengan menusuk seperti keris dan pedang. Hal ini mengingat parang adalah jenis senjata bermata satu dan sisi atau mata lainnya tumpul. Sisi yang tumpul tidak digunakan sama sekali. Parang ini ada yang panjang bentuknya namun ada juga yang pendek.

Selain untuk menyerang parang juga digunakan sebagai alat untuk mencari nafkah. Para peramu biasanya menggunakan parang untuk memotong kayu-kayu di hutan. Setelah dipotong-potong dan di belah, kayu ini disamping digunakan sebagai keperluan sendiri, sisanya dijual. Parang sangat berguna bagi peramu untuk memenuhi keperluan hidup.




Gurindam 12 Raja Ali Haji

Gurindam 12 - Fasal 1

barang siapa tiada memegang agama
sekali-kali tiada boleh dibilangkan nama

barang siapa mengenal yang empat maka yaitulah orang yang makrifat

barang siapa mengenal Allah
suruh dan tegahnya tiada ia menyalah

barang siapa mengenal diri
maka telah mengenal akan tuhan yang bahri

barang siapa mengenal dunia
tahulah ia barang yang terperdaya

barang siapa mengenal akhirat
tahulah ia dunia mudharat

Gurindam 12 - Fasal 2

barang siapa mengenal yang tersebut
tahulah ia makna takut

barang siapa meninggalkan sembahyang
seperti rumah tiada bertiang

barang siapa meninggalkan puasa
tidaklah mendapat dua termasa

barang siapa meninggalkan zakat
tiada hartanya beroleh berkat

barang siapa meninggalkan haji
tiadalah ia menyempurnakan janji

Gurindam 12 - Fasal 3

apabila terpelihara mata
sedikitlah cita-cita

apabila terpelihara kuping
khabar yang jahat tiadalah damping

apabila terpelihara lidah
niscaya dapat daripadanya faedah

bersungguh-sungguh engkau memeliharakan tangan
daripada segala berat dan ringan

apabila perut terlalu penuh
keluarlah fi‘il yang tiada senonoh

anggota tengah hendaklah ingat
di situlah banyak orang yang hilang semangat

hendaklah peliharakan kaki
daripada berjalan yang membawa rugi

Gurindam 12 - Fasal 4

hati itu kerajaan di dalam tubuh
jikalau zalim segala anggota pun rubuh

apabila dengki sudah bertanah
datang daripadanya beberapa anak panah

mengumpat dan memuji hendaklah pikir
di situlah banyak orang yang tergelincir

pekerjaan marah jangan dibela
nanti hilang akal di kepala

jika sedikit pun berbuat bohong
boleh diumpamakan mulutnya itu pekung

tanda orang yang amat celaka
aib dirinya tiada ia sangka

bakhil jangan diberi singgah
itulah perompak yang amat gagah

barang siapa yang sudah besar
janganlah kelakuannya membuat kasar

barang siapa perkataan kotor
mulutnya itu umpama ketor

di manatah tahu salah diri
jika tiada orang lain yang berperi

pekerjaan takbur jangan direpih
sebelum mati didapat juga sepih

Gurindam 12 - Fasal 5

jika hendak mengenal orang berbangsa
lihat kepada budi dan bahasa

jika hendak mengenal orang yang berbahagia
sangat memeliharakan yang sia-sia

jika hendak mengenal orang mulia
lihatlah kepada kelakuan dia

jika hendak mengenal orang yang berilmu
bertanya dan belajar tiadalah jemu

jika hendak mengenal orang yang berakal
di dalam dunia mengambil bekal

jika hendak mengenal orang yang baik perangai
lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai

Gurindam 12 - Fasal 6

cahari olehmu akan sahabat
yang boleh dijadikan obat

cahari olehmu akan guru
yang boleh tahukan tiap seteru

cahari olehmu akan isteri
yang boleh menyerahkan diri

cahari olehmu akan kawan
pilih segala orang yang setiawan

cahari olehmu akan abdi
yang ada baik sedikit budi
Gurindam 12 - Fasal 7

apabila banyak berkata-kata
di situlah jalan masuk dusta

apabila banyak berlebih-lebihan suka
itulah tanda hampirkan duka

apabila kita kurang siasat
itulah tanda pekerjaan hendak sesat

apabila anak tidak dilatih
jika besar bapanya letih

apabila banyak mencacat orang
itulah tanda dirinya kurang

apabila orang yang banyak tidur
sia-sia sahajalah umur

apabila mendengar akan khabar
menerimanya itu hendaklah sabar

apabila mendengar akan aduan
membicarakannya itu hendaklah cemburuan

apabila perkataan yang lemah lembut
lekaslah segala orang mengikut

apabila perkataan yang amat kasar
lekaslah orang sekalian gusar

apabila pekerjaan yang amat benar
tiada boleh orang berbuat honar

Gurindam 12 - Fasal 8

barang siapa khianat akan dirinya
apalagi kepada lainnya

kepada dirinya ia aniaya
orang itu jangan engkau percaya

lidah suka membenarkan dirinya
daripada yang lain dapat kesalahannya

daripada memuji diri hendaklah sabar
biar daripada orang datangnya khabar

orang yang suka menampakkan jasa
setengah daripada syirik mengaku kuasa

kejahatan diri sembunyikan
kebajikan diri diamkan

keaiban orang jangan dibuka
keaiban diri hendaklah sangka

Gurindam 12 - Fasal 9

tahu pekerjaan tak baik tapi dikerjakan
bukannya manusia ia itulah syaitan

kejahatan seorang perempuan tua
itulah iblis punya penggawa

kepada segala hamba-hamba raja
di situlah syaitan tempatnya manja

kebanyakan orang yang muda-muda
di situlah syaitan tempat bergoda

perkumpulan laki-laki dengan perempuan
di situlah syaitan punya jamuan

adapun orang tua yang hemat
syaitan tak suka membuat sahabat

jika orang muda kuat berguru
dengan syaitan jadi berseteru

Gurindam 12 - Fasal 10

dengan bapa jangan durhaka
supaya Allah tidak murka

dengan ibu hendaklah hormat
supaya badan dapat selamat

dengan anak janganlah lalai
supaya boleh naik ke tengah balai

dengan isteri dan gundik janganlah alpa
supaya kemaluan jangan menerpa

dengan kawan hendaklah adil
supaya tangannya jadi kapil

Gurindam 12 - Fasal 11

hendaklah berjasa
kepada yang sebangsa

hendaklah jadi kepala
buang perangai yang cela

hendak memegang amanat
buanglah khianat

hendak marah
dahulukan hujjah

hendak dimalui
jangan memalui

hendak ramai
murahkan perangai

Gurindam 12 - Fasal 12

raja mufakat dengan menteri
seperti kebun berpagar duri

betul hati kepada raja
tanda jadi sebarang kerja

hukum adil atas rakyat
tanda raja beroleh inayat

kasihkan orang yang berilmu
tanda rahmat atas dirimu

hormat akan orang yang pandai
tanda mengenal kasa dan cindai

ingatkan dirinya mati
itulah asal berbuat bakti

akhirat itu terlalu nyata
kepada hati yang tidak buta